Dahulu ada seorang
raja yang adil dan bijaksana Prabu Tapa Agung namanya. Beliau dianugrahi tujuh
orang putri. Berturut-turut mereka itu adalah Purbararang, Purbadewata,
Purbaendah, Purbakancana, Purbamanik, Purbaleuih, dan si bungsu Purbasari.
Ketujuh putri itu sudah menikah remaja dan semuanya cantik-cantik. Yang paling
cantik dan paling manis budinya adalah Purbasari. Ia menjadi buah hati seluruh
rakyat Kerajaan Pasir Batang.Putri sulung
Purbararang sudah bertunangan dengan Raden Indrajaya, putra salah seorang
mentri kerajaan. Kepada Purbararang dan Indrajayalah seharusnya Prabu Tapa
Agung dapat mempercayakan kerajaan. Akan tetapi, walaupun beliau sudah lanjut
usia dan sudah waktunya turun tahta, beliau belum leluasa untuk menyerahkan
mahkota. Karena, baik Purbararang maupun Indrajaya belum dapat beliau percaya
sepenuhnya.
Raja : “Aku merasa sudah cukup tua untuk mengurus kerajaan ini. Aku merasa tidak sanggup lagi.
Patih : “Raja masih kuat.”
Raja : “Patih, aku tidak memiliki anak laki-laki. Aku memiliki 7 anak putri. Antara Purbararang dan Purbasari, siapa
yang pantas yang bisa menggantikan posisiku”
Raja : “Aku merasa sudah cukup tua untuk mengurus kerajaan ini. Aku merasa tidak sanggup lagi.
Patih : “Raja masih kuat.”
Raja : “Patih, aku tidak memiliki anak laki-laki. Aku memiliki 7 anak putri. Antara Purbararang dan Purbasari, siapa
yang pantas yang bisa menggantikan posisiku”

